Secuil Kisah Pengusaha Sukses Dari Nol & Cara Ikuti Jejak Mereka

Bahkan, beberapa waktu lalu, Traveloka dikabarkan mendapat kucuran dana internasional. Meski sempat membuat Nadiem hampir menyerah, slot online indonesia ia memilih untuk melanjutkan idenya. Hingga akhirnya, ia menemukan jawaban yang mendorong untuk mendirikan Go-Jek.

Hal yang membuat Nadiem Makarim memiliki ide untuk mendirikan Go-Jek ialah ketika ia melihat permasalahan utama tukang ojek. Karena lebih sering mangkal akibat bergiliran mengunggu penumpang. Setelah bisnisnya berjalan lancar, kini dia tidak hanya sebagai pengepul plastik, namun juga memproduksi mesin pencacah plastik dan menjual ke mitranya. Mitra Baedowy sendiri sekarang sudah lebih dari a hundred yang tersebar di wilayah Indonesia. Bahkan dia terpaksa memulangkan istri dan anak-anaknya ke kampung halaman untuk menghemat pengeluaran.

Pada akhirnya, dengan modal hanya Rp a hundred and fifty.000, dia memutuskan untuk membangun bisnis Pisang Ijo. Keputusannya ini menjadi titik balik yang membuatnya meraih kesuksesan dan penghasilan yang besar. Kiprah Riezka dalam bisnisnya membuat dia pernah meraih penghargaan The Young Entrepreneur Award dan Ernst & Young Entrepreneurial Wining Women 2012. Jack Ma, seorang pendiri perusahaan digital e-commerce Alibaba yang merubah dirinya menjadi salah satu orang terkaya di Tiongkok.

Cara menjadi pengusaha muda sukses dari nol

Usaha dan kerja keras mereka tersebut yang menghasilkan kesuksesan bagi mereka dan Anda tentunya jika meneladani kerja keras mereka. Alasan penolakannya, karena saat itu beredar isu modal asing akan masuk ke bisnis eceran di Indonesia. Ia juga mempertanyakan kenapa Sogo memasukkan 805 produk impor, justru bukan memajukan produk dalam negeri.

Beberapa tahun setelah mendirikan perusahaan, bisnisnya berkembang pesat. Untuk memperluas bisnisnya, ia berani mengambil pinjaman di Bank Niaga sebesar sixty four milyar untuk membeli berbagai peralatan untuk menunjang bisnisnya. Walaupun lahir dari keluarga berkecukupan, Susi Pudjiastuti memutuskan berhenti sekolah ketika SMA dan fokus membangun bisnisnya sendiri.

Merasa tak puas dengan bisnis es krim saja, Sanawi pun mencoba merambah ke beberapa bisnis lainnya. Sanawi berharap orang yang menjadi mitranya bisa berkembang sehingga ia pun terus melakukan pemantauan. Melihat peluang besar pada bisnis es krim, Sanawi pun mencoba mengajak teman-teman yang bekerja di proyek bangunan untuk turut berjualan es krim. Dengan modal tabungan yang dimilikinya, ia pun berhasil membuat brand es krimnya sendiri yang bernama Es Krim Vanesa.